"Each journey is a key, unlocking a deeper layer of the self."
Jelajahi negeri-negeri Kitab Suci — dari Ur Kasdim hingga Patmos.
Bayangkan berdiri di tanah yang sama dengan kisah-kisah yang selama ini hanya Anda baca dalam Kitab Suci — setiap langkah menjadi doa, setiap tempat menjadi renungan. Eschol Tour menghadirkan perjalanan wisata rohani yang bermakna dan berbudaya, dirancang agar iman Anda pulang dengan cerita, bukan sekadar foto. Setiap musim punya waktunya, dan mungkin ini adalah waktu Anda.
Telusuri peta interaktif 66 kitab Alkitab — dari Kejadian hingga Wahyu — lengkap dengan lokasi, kisah, dan konteks geografisnya.
Buka PetaPilih paket per negara atau rute tematik lintas negara — masing-masing dirancang mengikuti narasi rohani yang utuh.
Lihat PaketAmankan jadwal keberangkatan Anda — isi data peserta, pilih paket, dan kirim reservasi langsung secara online.
Reservasi SekarangBiblical Journey · Kejadian — Wahyu
—
Setiap paket adalah kunci yang membuka lapisan iman yang lebih dalam — pilih rute fokus satu negeri, atau ikuti jejak tematik lintas benua.
Wisata Rohani yang Bermakna dan Berbudaya.
ESCHOL Travel & Tourism (ESCHOL TOUR) adalah agen perjalanan yang berfokus pada wisata rohani Biblical Journey — merancang dan mendampingi perjalanan ke jejak-jejak Kitab Suci di Israel, Yordania, Turki, dan negeri-negeri Alkitab lainnya. Kami percaya bahwa perjalanan rohani sejati bukan sekadar berpindah tempat, melainkan pengalaman yang menghubungkan iman dengan sejarah, budaya, dan makna yang lebih dalam.
Setiap itinerary yang kami susun dikurasi dengan konteks Kitab Suci yang jelas, dipandu oleh tim yang memahami sejarah dan budaya setempat, serta memperhatikan kenyamanan dan keamanan peserta dari awal hingga akhir perjalanan. Nama "Eschol" sendiri diambil dari lembah subur di Kanaan — simbol dari buah iman yang matang, yang kami harap turut dibawa pulang oleh setiap peserta perjalanan kami.
Nama "Eschol" berakar dari kisah dalam Kitab Bilangan 13:23-24, ketika dua belas pengintai diutus Musa untuk menyelidiki Tanah Kanaan. Sesampainya di sebuah lembah subur, mereka memotong seranting buah anggur yang begitu besar hingga harus diusung oleh dua orang menggunakan sebuah galah. Tempat itu kemudian dinamai "Lembah Eskol" — yang berarti "tandan" atau "buah" — karena buah anggur luar biasa yang dipotong di sana. Tandan anggur itu bukan sekadar buah; ia adalah bukti nyata dan kesaksian yang dibawa pulang untuk meyakinkan seluruh umat Israel bahwa janji Tuhan atas Tanah Perjanjian sungguh layak dipercaya.
Dari kisah inilah ESCHOL TOUR menimba filosofinya. Pertama, tandan Eskol diusung oleh dua orang bersama-sama — melambangkan kebersamaan dan kemitraan; sebuah perjalanan iman sejatinya tidak ditempuh sendirian, melainkan dipikul bersama dalam persekutuan jemaat dan pendampingan yang tulus. Kedua, tandan itu adalah bukti yang dibawa pulang, bukan sekadar cerita — sama seperti kami percaya bahwa peserta Biblical Journey semestinya pulang bukan hanya dengan foto, melainkan dengan iman yang diperkuat dan kesaksian nyata untuk dibagikan kepada jemaat dan keluarga. Ketiga, di tengah laporan sepuluh pengintai lain yang dipenuhi ketakutan akan raksasa di tanah itu, Yosua dan Kaleb tetap berpegang pada janji Tuhan — sebuah pengingat bahwa iman yang berbuah selalu lahir dari keberanian untuk melangkah, sekalipun di tengah ketidakpastian.
Bagi kami, setiap perjalanan yang dirancang ESCHOL TOUR adalah upaya menghadirkan kembali "tandan Eskol" itu bagi peserta masa kini: bukti nyata bahwa berjalan di jejak Kitab Suci dapat mengubah cara seseorang memandang imannya sendiri — matang, berbuah, dan layak dibawa pulang untuk diceritakan kepada orang lain.
Kami memaknai cara ESCHOL TOUR dibangun seperti lapisan-lapisan bumi — dari permukaan yang terlihat hingga inti yang paling dalam. Setiap lapisan punya perannya sendiri, namun tak satu pun berdiri sendiri; semuanya saling menopang. Begitu pula cara kami memadukan pelayanan, arah perjalanan, tata kelola kerja, dan nilai iman menjadi satu kesatuan yang utuh. Sentuh salah satu lapisan berikut untuk membacanya lebih dalam.
Kerak bumi adalah lapisan paling tipis, namun di situlah seluruh kehidupan berlangsung — pegunungan berdiri, sungai mengalir, kota-kota tumbuh. Bagi kami, lapisan inilah yang paling dulu dijumpai peserta: keramahan tim, kejelasan komunikasi, dan kenyamanan sehari-hari sepanjang perjalanan.
Sebagaimana wajah sebuah organisasi dibentuk oleh budaya yang dihidupi bersama, kami percaya pelayanan yang hangat dan penuh perhatian adalah "permukaan" yang menentukan kesan pertama — namun tetap berpijak pada lapisan-lapisan yang lebih dalam di baliknya.
Dalam semangat tandan Eskol yang dibawa pulang sebagai bukti nyata, kami ingin setiap peserta pulang bukan hanya dengan jadwal perjalanan yang rapi, tetapi juga kehangatan pelayanan yang mereka rasakan sejak hari pertama.
Di bawah kerak, selubung bumi bergerak perlahan namun pasti — pergerakan inilah yang menggerakkan lempeng-lempeng di permukaan dan perlahan membentuk arah benua dari waktu ke waktu. Lapisan ini kami maknai sebagai arah dan strategi perjalanan ESCHOL TOUR: bagaimana kami membaca kebutuhan jemaat, menimbang musim dan kondisi setiap negeri tujuan, lalu menetapkan rute serta jadwal keberangkatan yang paling bermakna.
Sebagaimana dua belas pengintai diutus lebih dahulu untuk menyelidiki tanah sebelum umat melangkah, kami percaya strategi perjalanan yang baik selalu dimulai dari pengamatan yang jujur — memahami peluang dan tantangan sebelum menetapkan arah.
Yosua dan Kaleb memilih tetap maju berdasarkan keyakinan pada janji, bukan sekadar laporan yang menakutkan. Begitu pula arah strategi kami: dibentuk dari kehati-hatian yang matang, namun digerakkan oleh keberanian untuk tetap melangkah.
Inti luar bumi yang cair menghasilkan medan magnet yang melindungi seluruh planet — sebuah lapisan yang tidak terlihat, namun menjaga segala sesuatu di atasnya tetap aman. Kami memaknai lapisan ini sebagai struktur kerja, tata kelola, dan standar operasional yang menopang setiap perjalanan: koordinasi tim, prosedur keselamatan, hingga kejelasan tanggung jawab setiap pihak yang terlibat.
Tandan Eskol dalam Kitab Bilangan diusung oleh dua orang bersama-sama menggunakan sebuah galah — gambaran sederhana namun dalam tentang pembagian tanggung jawab dan kemitraan yang saling menopang. Struktur yang baik, bagi kami, bukan tentang hierarki yang kaku, melainkan tentang bagaimana setiap peran saling melengkapi demi keselamatan dan kenyamanan bersama.
Inilah yang mendasari cara kami merintis kemitraan dengan pemandu dan mitra lokal di setiap negeri tujuan — dibangun bertahap, bertanggung jawab, dan saling menjaga.
Di pusat bumi, inti dalam yang padat dan stabil menjadi jangkar bagi seluruh lapisan di atasnya — bagian yang paling tersembunyi, namun paling menentukan kestabilan keseluruhan planet. Bagi kami, lapisan inilah yang paling dalam: nilai-nilai dan keyakinan yang tidak berubah, betapapun rute perjalanan atau cara pelayanan terus berkembang.
Nilai itu berakar pada kisah tandan Eskol itu sendiri — bukti nyata yang dibawa pulang untuk meneguhkan iman, bukan sekadar cerita. Dalam situasi apa pun, kami memilih berpegang pada kejujuran, ketelitian, dan ketulusan sebagai fondasi yang tidak bergeser, mengikuti teladan keberanian Yosua dan Kaleb yang tetap percaya pada janji ketika yang lain memilih takut.
Semua lapisan lain — pelayanan, strategi, struktur — kami percaya hanya akan kokoh bila berdiri di atas fondasi nilai ini.
ESCHOL TOUR adalah agen perjalanan wisata rohani Biblical Journey yang baru merintis langkah. Visi dan misi berikut kami susun secara jujur sebagai peta arah bagi sebuah perjalanan yang baru saja dimulai — bukan klaim pencapaian, melainkan komitmen yang akan kami buktikan bersama rombongan pertama dan seterusnya.
Bertumbuh menjadi mitra perjalanan wisata rohani Biblical Journey yang tepercaya dan dikenal luas oleh umat Kristiani Indonesia — dimulai dari langkah pertama yang dirintis dengan integritas, ketelitian, dan ketulusan, hingga kelak menjadi rujukan utama bagi jemaat yang ingin menghidupkan kembali makna imannya melalui ziarah ke negeri-negeri Alkitab.
Setiap Orang Berhak Punya Pengalaman Bermakna Sebelum Waktu Berlalu
Setiap Musim Punya Waktunya · Setiap Iman Punya Tujuannya
Apakah Anda sendiri yang akan ikut tour, atau mendaftarkan orang lain?
Lengkapi data tiap peserta di bawah ini — mulai dari yang berangkat sendiri (solo) hingga rombongan besar. Tambahkan kartu peserta baru untuk setiap orang.